Seminar Nasional : Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Online pada Anak Muda 👁️️ 591
Sorong , 09 Maret 2024
Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kekerasan berbasis gender online pada anak muda, UNIMUDA Sorong mengadakan Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh SATGAS PPKS dan LBK berlangsung hari ini di Gedung UCC Unimuda Sorong Seminar tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang fenomena kekerasan berbasis gender yang semakin merajalela di dunia maya, khususnya di kalangan anak muda.

Kegiatan yang di buka oleh Rektor UNIMUDA Sorong dihadiri Kepala LLDIKTI wilaya XIV Bapak Dr. Suriel Samuel Mofu, S.Pd,.M.Ed, TEFL, M.Phill Dalam sambutannya, Dr. Rustamajid, M.Si. mengungkapkan bahwa dengan semakin meluasnya penggunaan internet dan media sosial, anak muda semakin rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, seperti pelecehan seksual, ancaman, dan intimidasi secara online. "Kami berharap melalui seminar ini, kita dapat membangun kesadaran bersama tentang pentingnya pencegahan dan perlindungan terhadap anak muda dari kekerasan berbasis gender online," ujarnya.
Seminar ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk akademisi, praktisi, serta perwakilan dari lembaga pemerintah dan non-pemerintah serta mahasiswa dan kalangan umum yang peduli terhadap isu kesetaraan gender dan perlindungan anak. Para peserta diberikan pemahaman mendalam tentang karakteristik kekerasan berbasis gender online, dampaknya terhadap kesehatan mental dan emosional anak muda, serta strategi pencegahan yang dapat diterapkan baik oleh individu maupun lembaga.
Salah satu pembicara utama dalam seminar ini adalah Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag.,M.Si.,Ph.D. Guru Besar Kajian Gender Dan KOMNAS Perempuan RI. , yang telah melakukan penelitian mendalam tentang dampak kekerasan berbasis gender online terhadap remaja. Dalam presentasinya, Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag.,M.Si.,Ph.D. menyampaikan bahwa pentingnya peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak muda untuk beraktivitas di dunia maya.
Menanggapi seminar ini, beberapa peserta menegaskan perlunya kerja sama lintas sektor untuk mengatasi masalah kekerasan berbasis gender online. Mereka juga menyoroti pentingnya edukasi yang menyeluruh, mulai dari tingkat keluarga hingga sekolah dan komunitas, untuk membangun kesadaran dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan di dunia digital.
Seminar Nasional tentang pencegahan kekerasan berbasis gender online pada anak muda ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik dalam upaya bersama melindungi generasi muda dari ancaman yang mengintai di dunia maya. Dengan pengetahuan dan kesadaran yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan inklusif bagi semua orang.