Seleksi Universitas : Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) UNIMUDA Sorong Tahun 2023 👁️️ 644
Luar biasa… !!!
Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni kembali sukses menyelenggarakan seleksi peserta kompetisi debat mahasiswa Indonesia (KDMI) tahun 2023 tingkat universitas. Kegiatan seleksi diikuti 16 tim yang terdiri atas 32 peserta tersebut merupakan mahasiswa terpilih dari 5 fakultas yaitu Fakultas pendidikan bahasa , social, dan olahraga (FABIO), Fakultas Pendidikan Esakta (FEKSA), Fakultas Sains Terapan (FST), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Huku, Ilmu Sosial, dan Politik (FHISIPOL), serta Fakultas Ekonomi, Bisnis,. Dan Humaniora (FEBIRA). Kompetisi berlangsung selama 2 hari yaitu pada hari senin, 29 Mei hingga Selasa, 30 Mei 2023 bertempat di gedung Ahmad Dahlan ruang 2.3.
Seleksi KDMI tingkat universitas tahun 2023 dinilai oleh 3 juri. Juri tersebut merupakan juri terpilih yang juga melalui tahapan seleksi dari beberapa dosen pendaftar. Sehingga kompetensi mereka tidak diragukan lagi, ketiga dosen tersebut ialah Kartika Tiara Syarifuddin, M.Pd merupakan dosen aktif pada prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa, Sosial, dan Olahraga. Irwandi, M.Farm merupakan dosen aktif pada program studi farmasi Fakultas Sains Terapan, dan Etik Siswati Ningrum, M.H.I merupakan dosen aktif pada program studi Hubungan Internasional Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Politik.
Kegiatan pembukaan berlangsung pada pukul 08.30 WIT dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III, Bpk. Aldilla Y.W. Sutikno, M.Hum. Selain itu, kepala lembaga kemahasiswaan dan alumni juga sebelumnya telah memberikan arahan kepada para peserta. “Teman-teman mahasiswa harus optimis dan memberikan yang terbaik agar mampu mewakili universitas ke tingkat wilayah maupun tembus nasional” kata ibu Aldila selaku Kepala lembaga Kemahasiswaan dan Alumni dalam arahannya,
Sistem atau format Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) Tahun 2023 masih menggunakan System British Parliamentary Debate sama pada tahun sebelumnya. Debat dimulai dengan mosi terkait kecerdasan buatan dan teknolgi membuat babak penyisihan mulai menegang. Sorak riuh dari para peserta yang belum tampil semakin menyorakkan semangat kepada 4 tim yang berlaga di babak penyisihan. Berdasarkan hasil babak penyisihan maka diperoleh 8 tim untuk kembali beradu argumen di babak semi final. Penilaian pada babak ini berbeda dengan babak penyisihan. Peserta yang akan melaju ke babak final dinilai secara individu atau berdasarkan skor individu yang diperoleh.
Babak semi final sesi 1 diisi oleh peserta dari FEKSA (Putri Husnul Khotimah dan Kurniawati Sri Rianti Wahyuningsih Petta Solong), FHISIPOL 2 tim (Muh. Naufal Rizan Bahari/Anugrah Immanuel S. Sembiring dan Ahmad Faris Ali.M/ Muh. Fajar Pratama Cirimai Putra), dan FABIO (Elina Apriliani dan Fahira Namsa) sementara sesi 2 diisi oleh peserta dari FT (Chariol Filipe Pasoi dan Siti Halijah Sabollah), FEBIRA( Devi Angsoka Murni dan Wahyu Haris Trinanda), FHISIPOL (Dwi Yuni Kurniati dan Iwan Acuan Zakaria) dan FABIO (Ferla Yulia KAmandani Putri an Janet Marlon Yoseph Marisan). Dari kedua sesi pada babak semifinal tersebut terpilihlah 8 best speaker yang berhak maju ke babak final. Mereka ialah Chariol Filipe Pasoi, Muh. Fajar Pratama Cirimai Putra, Iwan Acuan Zakaria, Anugrah Imanujel S. Sembiring, Ferla Yulia Kamandani Putri, Elina Apriliani, Muh. Naufal Tizan Bahari, dan Wahyu Haris Trinanda.
Mengangkat mosi tentang digital payment pada babak final membuat juri berfikir keras untuk mampu menilai dengan teliti argumen dari para debater. Setelah melalui perdebatan sengit dan mengumpulkan skor dari para dewan juri maka didapatkan 2 peserta dengan skor tertinggi atau the best speaker yang akan mewakili universitas berkompetisi ke tingkat wilayah yaitu Chariol Filipe Pasoi yang merupakan mahasiswa aktif pada program studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Muh. Fajar Pratama Cirimai Putra merupakan mahasiswa aktif program studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Politik. “Selamat kepada kedua peserta yang berhasil mewakili universitas untuk melaju ke seleksi berikutnya, jangan terlena, berlatih terus dan kepada peserta yang belum berkesempatan mewakili kampus agar tidak berkecil hati dan senantiasa melakukan evaluasi agar ke depan kampus memiliki bibit-bibit unggul untuk kompetisi-kompetisi yang lain” imbuh Selfiani selaku PIC dari KDMI tahun 2023 pada saat menutup kegiatan tersebut.