Prestasi Ormawa HIMAPRIMA : “Terbaik 2 Video Paling Menarik secara Audiovisual” dan Wujudkan "Kampung Cerdas" di Pulau Soop 👁️️ 215

By Operator Website Senin, 05 Januari 2026 | 10:13 am Berita

Prestasi Ormawa HIMAPRIMA : “Terbaik 2 Video Paling Menarik secara Audiovisual” dan Wujudkan

SORONG, Papua Barat Daya - Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (HIMAPRIMA) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Terbaik 2 Video Paling Menarik secara Audiovisual dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Prestasi ini diraih berkat dokumentasi program inovatif bertajuk "Cahaya dari Timur: Literasi Numerasi untuk Masyarakat Soop sebagai Kampung Cerdas" di Pulau Soop, Distrik Sorong Kepulauan.

Karya Audio Visual yang Menginspirasi

Video dokumenter yang berhasil meraih penghargaan ini menampilkan perjalanan tim HIMAPRIMA dalam memberdayakan masyarakat Pulau Soop melalui program literasi numerasi. Dengan durasi yang padat dan penyajian visual yang menarik, video ini berhasil menggambarkan tantangan, proses pelaksanaan, hingga dampak nyata program terhadap masyarakat.

"Kami sangat bersyukur karya audio visual kami diakui sebagai yang terbaik kedua. Ini membuktikan bahwa program kami tidak hanya berdampak di lapangan, tetapi juga mampu menginspirasi melalui dokumentasi yang kami buat," ujar Annisaa Kartika Mawarda, ketua tim pelaksana program PPK Ormawa HIMAPRIMA.

Video tersebut menghadirkan narasi yang kuat tentang kondisi pendidikan di Pulau Soop, proses pembentukan Rumah Cerdas, serta testimoni langsung dari masyarakat yang merasakan manfaat program. Penggunaan visual cinematik yang memadukan keindahan alam Papua Barat Daya dengan kegiatan literasi numerasi menjadi daya tarik utama.

Mengatasi Tantangan Pendidikan di Ujung Timur

Program yang berlangsung selama empat bulan (Juli-Oktober 2025) ini hadir sebagai solusi atas permasalahan pendidikan yang mengakar di Pulau Soop. Komunitas pesisir dengan populasi sekitar 1.455 jiwa ini menghadapi tantangan serius dalam akses pendidikan.

"Data monografi Pulau Soop menunjukkan 24,2% atau 352 jiwa belum pernah mengenyam pendidikan formal, sementara hanya 0,9% atau 13 orang yang melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi," ungkap Annisaa.

Ketiadaan fasilitas pendidikan menengah atas di pulau ini menjadi hambatan utama. Anak-anak yang telah menyelesaikan SMP terpaksa melanjutkan sekolah ke daerah lain atau bahkan putus sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga. Realitas ini menjadi latar belakang yang kuat dalam video dokumenter yang dihasilkan tim.

Tiga Pilar Rumah Cerdas

Mengusung konsep "Rumah Cerdas" dengan tiga komponen utama yang kesemuanya terdokumentasi dengan baik dalam video:

1. Rumah Cerdas Digital

Memperkenalkan konsep dasar teknologi informasi dan komunikasi kepada anak-anak untuk mempersiapkan mereka menghadapi era digital. Dokumentasi visual menampilkan antusiasme anak-anak saat pertama kali belajar menggunakan perangkat digital.

2. Rumah Cerdas Membaca dan Menulis

Membangun pojok baca dengan koleksi buku relevan serta mengadakan kegiatan membaca bersama, menulis kreatif, dan diskusi buku untuk menumbuhkan budaya literasi. Video menangkap momen-momen emosional ketika anak-anak mulai gemar membaca.

3. Rumah Cerdas Finansial dan Numerasi

Memberikan pelatihan pengelolaan keuangan sederhana dan mengintegrasikan konsep numerasi dalam kegiatan ekonomi sehari-hari, seperti perhitungan hasil panen atau penjualan ikan. Segmen ini menampilkan praktik langsung masyarakat dalam menerapkan ilmu yang diperoleh.

Hasil Menggembirakan

Program PPK Ormawa yang melibatkan 15 mahasiswa HIMAPRIMA dan didampingi dosen Nur Rokhima, M.Pd. ini berhasil mencapai target yang ditetapkan:

  • Terbentuk 3 pojok literasi yang melayani lebih dari 10 peserta per pojok
  • Tersusun kurikulum non-formal yang memuat aspek kecakapan hidup untuk meningkatkan pendapatan masyarakat
  • Tumbuhnya kegiatan ekonomi baru, termasuk pengembangan ekowisata berupa camping ground hasil kolaborasi dengan Tim Kasuari
  • Terlahirnya kader lokal dari masing-masing pojok untuk keberlanjutan program
  • Menghasilkan video dokumenter berkualitas yang meraih Terbaik 2 Video Paling Menarik Audio Visual

Kekuatan Visual yang Menyentuh

Adhe Shintya, Koordinator PDD tim PPK HIMAPRIMA yang juga terlibat dalam produksi video, menjelaskan proses kreatif di balik karya tersebut. "Kami ingin video ini tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menyentuh emosi penonton. Setiap frame dirancang untuk menceritakan kisah nyata perjuangan dan harapan masyarakat Pulau Soop," katanya.

Video yang berdurasi sekitar 9 menit ini menggunakan teknik storytelling yang kuat, dilengkapi dengan musik latar yang menggambarkan suasana Papua, serta narasi yang menjelaskan setiap tahapan program dengan jelas. Pengambilan gambar dilakukan dengan peralatan sederhana namun dimaksimalkan melalui kreativitas tim dalam memanfaatkan pencahayaan alami dan sudut pengambilan yang dramatis.

Dampak Berkelanjutan

"Program ini dirancang tidak hanya bersifat temporer. Kami melatih kader literasi numerasi dari masyarakat lokal untuk memastikan keberlanjutan program hingga 2027," ungkap Mawarda.

Roadmap program mencakup tahap monitoring dan evaluasi pada 2026, dilanjutkan dengan pendampingan dan pembinaan pada 2027. Kegiatan akan diperluas untuk mencakup seluruh lapisan masyarakat dari anak-anak hingga lansia. Dokumentasi visual ini juga akan menjadi media sosialisasi untuk menarik dukungan lebih luas.

Dukungan Stakeholder dan Apresiasi

Program PPK Ormawa HIMAPRIMA ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah setempat, tokoh masyarakat, guru-guru SD dan SMP setempat, hingga Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Antusiasme masyarakat Pulau Soop sangat tinggi. Mereka bahkan membantu proses pengambilan gambar dan dengan senang hati berbagi cerita mereka di depan kamera," ujar Muslim Koto, anggota tim lainnya yang berperan sebagai anggota PDD.

Prestasi sebagai Terbaik 2 Video Paling Menarik Audio Visual ini menjadi pengakuan nasional di Abdidaya Ormawa atas kerja keras tim HIMAPRIMA dalam mengemas program pengabdian masyarakat menjadi sebuah karya yang inspiratif dan edukatif.

Visi Jangka Panjang

Program "Cahaya dari Timur" bukan sekadar kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi investasi jangka panjang untuk mencerdaskan bangsa di ujung timur Indonesia. Media pembelajaran berbasis kearifan lokal yang dikembangkan, serta dokumentasi visual yang telah dihasilkan, diharapkan dapat menjadi model replikasi untuk daerah-daerah terpencil lainnya.

Dengan semangat "Negeri yang dilestarikan dan dijaga akan membawa dampak positif untuk anak cucu kita", program ini membuktikan bahwa pendidikan berkualitas dapat dihadirkan hingga ke pelosok nusantara melalui kolaborasi yang solid antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat.

Program PPK Ormawa HIMAPRIMA ini diharapkan menjadi katalis perubahan yang membawa Pulau Soop menuju era baru sebagai "Kampung Cerdas" yang mandiri dan berkelanjutan. Prestasi dalam kompetisi video ini semakin menegaskan bahwa mahasiswa Indonesia mampu tidak hanya beraksi di lapangan, tetapi juga mengkomunikasikan dampak positif mereka melalui media kreatif yang menginspirasi.

  • AKW
By Operator Website Senin, 05 Januari 2026 | 10:13 am

Artikel Terbaru