PKM AI 2025 Bukti Nyata dari Prestasi jadi Sarjana Psikologi 👁️️ 386

By Operator Website Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:00 pm Berita

PKM AI 2025 Bukti Nyata dari Prestasi jadi Sarjana Psikologi

14/03/2026 - Kabar baik dan membanggakan datang dari Mahasiswa Beprestasi Tahun 2025 yang diperoleh melalui capaian prestasi dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Artikel Ilmiah (PKM-AI) tahun 2025. Achmad Rizki Setia Budi berhasil menorehkan prestasi gemilang melalui PKM AI yang berjudul “Penerapan Rasch Model Dalam Pengembangan dan Validasi Instrumen Kinerja Karyawan Swasta di Papua Barat Daya.”

Karya tersebut juga dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang terindeks SINTA 3 berjudul “Penerapan Rasch Model Dalam Pengembangan Instrumen Kinerja Karyawan,” yang menyoroti pentingnya penggunaan pendekatan ilmiah dalam menyusun alat ukur kinerja yang valid dan reliabel, khususnya pada sektor swasta di Papua Barat Daya.

Dalam keterangannya, Achmad Rizki Setia Budi atau Budi (sering disapa) mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, serta dedikasi selama proses penelitian berlangsung.

“Selalu bersyukur atas kesempatan yang ada, Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil. Ini adalah momen yang sangat berarti bagi saya dan tim,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perjalanan mengikuti PKM-AI 2025 menjadi pengalaman yang sangat berharga. Proses penyusunan hasil penelitian yang dijalani tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis serta rasional. Didampingi oleh Dosen Pendamping Bapak Fuad Ardiansyah, M.Si., Menjadi suatu kebanggaan yang tak terhingga bisa menjadi bagian dari kolaborasi dan berinteraksi dengan beliau dalam PKM AI 2025 ini.

“Selama proses ini, saya belajar banyak, terutama dalam penerapan metode Rasch Model secara mendalam serta bagaimana mengembangkan dan memvalidasi instrumen yang akurat. Tantangan yang ada justru menjadi motivasi untuk terus berkembang. Selain itu, kerja sama tim yang solid menjadi kunci utama keberhasilan kami,” tambahnya.

Menariknya, melalui program PKM-AI ini,  Budi juga berhasil mencapai kelulusan tanpa skripsi (Bebas Skripsi) dengan mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi SINTA 3. Hal ini menunjukkan bahwa PKM tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga membuka peluang nyata dalam mendukung capaian akademik mahasiswa.

Sebagai penutup, Budi menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti PKM-AI di masa mendatang.

“Jangan pernah ragu untuk mencoba dan mengeksplorasi ide-ide inovatif. Percayalah pada kemampuan diri sendiri dan tim. Tetap semangat meskipun menghadapi berbagai rintangan, karena setiap proses akan memberikan pelajaran berharga untuk masa depan,” pesannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni (lemawa), dosen pendamping, rekan tim, hingga keluarga terkasih.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung serta memberikan kebaikan-kebaikan. Prestasi ini bukan hanya milik saya, tetapi milik kita bersama. Semoga karya ini dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam pengembangan instrumen kinerja karyawan swasta di Papua Barat Daya serta dunia penelitian secara umum,” tutupnya. Selain itu, harapannya banyak mahasiswa bisa mengikuti langkah dna jejaknya.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengalaman di Indonesia.


[HFS]

 

By Operator Website Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:00 pm

Artikel Terbaru