Mahasiswa UNIMUDA Turut Hadir Dalam Workshop BICARA Batch 4, Dorong Kolaborasi Isu Lingkungan dan Ekonomi Restoratif 👁️️ 64
SORONG — Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Commslab Foundation, CELIOS, dan Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menggelar Workshop "BICARA: Berdaya Inovasi & Cakap Advokasi untuk Ruang Aksi Batch 4" pada Selasa, 1 September 2026, bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 UNAMIN, Kota Sorong. Mengangkat fokus utama pada kondisi pascapemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Tanah Papua, forum ini menggalang solidaritas lintas elemen mulai dari akademisi, jurnalis, pegiat organisasi masyarakat sipil, hingga pers mahasiswa untuk merumuskan narasi bersama serta mencari jalan keluar atas ancaman deforestasi, konflik wilayah adat, dan ketimpangan ekonomi. Kegiatan yang diselenggarakan menjelang perhelatan Papeda Summit 2026 ini menghadirkan serangkaian materi diskusi mendalam serta workshop komunikasi. Para pakar dan narasumber lintas disiplin, seperti peneliti CELIOS, WRI Indonesia, akademisi, jurnalis senior Farid Gaban, hingga content creator Iwan Billy Tokoro, membekali para peserta dengan gagasan ekonomi restoratif berbasis adat serta keterampilan storytelling digital. Selain penguatan kapasitas, panitia penyelenggara juga menyediakan program fellowship penulisan riset populer dan pembuatan konten bagi akademisi serta kreator muda yang terpilih melalui seleksi proposal. LHKP PP Muhammadiyah secara khusus melayangkan undangan resmi kepada jajaran sivitas akademika dan elemen mahasiswa dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong.
Kehadiran perwakilan UNIMUDA Sorong mulai dari tingkatan dosen, UKM MAPALA GEMPA, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), hingga mahasiswa aktif di bidang media dan Ilmu Komunikasi menegaskan posisi strategis kampus tersebut dalam mengawal isu-isu pembangunan sosial-ekologi di Papua Barat Daya. Bagi mahasiswa UNIMUDA Sorong, keterlibatan aktif dalam workshop ini menjadi pijakan vital untuk memperkuat peran mereka sebagai agent of change sekaligus mitra kritis pemerintah daerah. Di tengah dinamika pembangunan DOB Papua Barat Daya, mahasiswa UNIMUDA tidak hanya dituntut menguasai teori di ruang kuliah, tetapi juga cakap menerjemahkan persoalan ekologi dan hak-hak masyarakat adat menjadi narasi publik yang komunikatif. Pembekalan teknik kepenulisan berbasis riset serta pengemasan konten media sosial dalam ajang ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi lokal secara lebih objektif, ilmiah, dan berdampak luas.Melalui sinergi antar-persyarikatan Muhammadiyah dan pemangku kepentingan masyarakat sipil ini, mahasiswa UNIMUDA Sorong diharapkan mampu mengambil peran pelopor dalam gerakan advokasi publik. Dengan memanfaatkan peluang fellowship serta jejaring media yang terbentuk dari kegiatan BICARA Batch 4, generasi muda terdidik di Sorong dapat terus mengawal transisi ekonomi restoratif yang berkeadilan, menjaga keberlanjutan ekosistem hutan Papua, serta memastikan kemajuan daerah tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat adat. *(MR)