Mahasiswa Unimuda Sorong Terlibat dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Hasil Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026 👁️️ 95
SORONG – Sinergi Lintas Sektor, Kesbangpol PBD Gelar Rakor Sosialisasi Indeks Demokrasi Indonesia. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat Daya menggelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Hasil Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) pada Selasa, 12 Mei 2026. Bertempat di Kriyad Hotel, Kota Sorong, kegiatan ini bertujuan untuk membedah capaian demokrasi di provinsi termuda Indonesia tersebut. Acara ini dihadiri oleh jajaran Kabid Kesbangpol, tokoh adat, perwakilan partai politik, tokoh pemuda, jurnalis, serta delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Papua Barat Daya. Adapun delegasi mahasiswa Unimuda Sorong yaitu Mansar Rumsowek Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Amon Yosep Lemauk Mahasiswa Ilmu Pemerintahan.
Dalam pemaparan materi, sorotan utama tertuju pada sejumlah indikator penilaian yang dianggap masih memerlukan evaluasi mendalam. Statistisi Ahli Muda, Ika Rusinta Widiyasari, mengungkapkan bahwa meskipun secara umum proses demokrasi berjalan, masih terdapat beberapa poin penilaian yang berada dalam zona merah. Hal ini menjadi catatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikan yang terukur agar kualitas demokrasi di tingkat provinsi dapat terus meningkat.
"Yang perlu kita sama-sama selesaikan adalah presentasi yang masih merah, yaitu indikator yang rendah. Sehingga untuk mencapai IDI dengan presentasi 100%, perlu ada kerja sama dari kita semua," ujar Ika Rusinta Widiyasari dalam arahannya. Ia menekankan bahwa angka-angka dalam IDI bukan sekadar data statistik, melainkan cerminan dari dinamika sosial dan politik yang terjadi di lapangan, yang mana memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi strategis bagi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam menyusun kebijakan yang lebih inklusif. Partisipasi aktif dari tokoh adat dan mahasiswa dalam forum ini menunjukkan adanya komitmen kuat untuk membangun pondasi politik yang sehat. Dengan adanya transparansi hasil IDI ini, seluruh elemen diharapkan dapat saling bahu-membahu memperbaiki indikator yang masih lemah demi terciptanya iklim demokrasi yang matang dan stabil di Papua Barat Daya. *(MR)