Mahasiswa UNIMUDA Sorong Memperkuat Eksistensi di Kancah Internasional: Eksplorasi Budaya dan Politik Jepang melalui JENESYS 👁️️ 377
Program Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS) 2024 kembali digelar oleh Kementerian Luar Negeri Jepang. JENESYS merupakan program pertukaran antarmasyarakat antara Jepang dan kawasan Asia-Pasifik. Program ini mendorong pemahaman tentang ekonomi, masyarakat, sejarah, budaya, politik, dan hubungan diplomatik Jepang. Selain itu, meningkatkan pemahaman tentang Jepang dan keakraban multikultural melalui pengamatan dan pertukaran pandangan tentang budaya, sejarah, dan kepercayaan agama tradisional Jepang di kalangan pemuda Islam.
Salah satu peserta yang terpilih dari Mahasiswa Unimuda Sorong ialah Muhammad Irwan Umasugi dari Program Studi Pendidikan Matematika. Berbagai kisah dan pengalaman yang diikuti selama kegiatan yaitu mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Tokyo dan Nagasaki. Di Tokyo, menghadiri kuliah singkat di Waseda University yang dibawakan oleh Prof. MIICHI Ken tentang “Islam dan Muslim di Jepang.” Selain itu, mengunjungi Senso-Ji Temple di Asakusa, Museum Nasional Tokyo, serta Tokyo Camii & Diyanet Turkish Culture Center, masjid terbesar di Jepang.
Tidak hanya itu, Irwan dan peserta lainnya ke Nagasaki dan berkunjung ke kantor Pemerintah Prefektur Nagasaki untuk menghadiri kuliah singkat mengenai sejarah dan budaya kota tersebut. Mengunjungi Nagasaki Atomic Bomb Museum dan mendengar langsung kisah korban selamat tragedi bom atom, pengalaman yang sangat menyentuh. Selain itu, menjelajahi Dejima untuk mempelajari sejarah hubungan perdagangan antara Jepang dan VOC, yang menjadi bagian penting dalam sejarah interaksi Jepang dengan dunia luar.
“Salah satu pengalaman paling berkesan di Nagasaki adalah kesempatan untuk tinggal bersama keluarga angkat selama tiga hari dua malam. Tinggal dengan keluarga asli Jepang memberi saya wawasan mendalam tentang budaya dan kebiasaan masyarakat setempat, mulai dari pola makan hingga cara mereka berinteraksi sehari-hari. Setelah menyelesaikan program di Nagasaki, kami kembali ke Tokyo untuk mempresentasikan laporan akhir sebagai rangkuman dari seluruh pengalaman yang telah kami jalani.” pungkas Irwan.
“ketika saya berada di Jepang banyak hal berkesan yang saya dapatkan namun terdapat 2 hal yang ingin saya highlight dan ingin teman-teman pahami bahwa orang Jepang memiliki budaya tepat waktu dan teratur yang sangat mendarah daging sehingga hal ini dapat dijadikan sebagai contoh baik bagi saya pribadi dan teman-teman sekalian. Sebagai penutup, saya juga ingin menyampaikan kepada teman-teman untuk lebih percaya kepada diri sendiri atas setiap mimpi-mimpi besar yang sekiranya dianggap mustahil oleh orang-orang. Mimpi-mimpi besar ini adalah sebuah trigger untuk versi terbaik kita di masa depan nanti.” pesan Irwan.
Proses seleksi yang diikuti mahasiswa dalam program JENESYS oleh Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni dengan menyeleksi di Tingkat Perguruan Tinggi hingga terpilih empat mahasiswa yaitu Ambarwati dari Prodi Hubungan Internasional, Vania dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Nur Ainul Yaqin Prodi Teknik Sipil, dan Muhammad Irwan Umasugi Prodi Pendidikan Matematika. Keempat mahasiswa ini melalui tahap seleksi administrasi dan wawancara oleh Lembaga Hubungan Kerjasama Internasional PP Muhammadiyah. [AMA]