Mahasiswa UNIMUDA Sorong Kawal Masa Depan Demokrasi di Provinsi Papua Barat Daya 👁️️ 39
Sembilan delegasi mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong turut hadir dan menunjukkan peran aktifnya dalam kegiatan strategis "Sosialisasi Pendidikan Politik di Kota dan Kabupaten Sorong" yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Kyriad M Sorong pada 30 April 2026 ini menjadi wadah penting bagi civitas akademika untuk mendalami hak, kewajiban, serta sejarah panjang demokrasi di Indonesia. Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Badan Kesbangpol Papua Barat Daya, Drs. George Japsenang, M.Si.
Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa keberhasilan provinsi baru ini sangat bergantung pada keterlibatan kritis masyarakat. "Jika masyarakat dan mahasiswa mampu menjaga api semangat melalui pengawasan yang kritis dan edukasi yang konsisten, maka Papua Barat Daya tidak hanya maju secara administrasi, tapi menjadi model demokrasi yang inklusif dan bermartabat," tegasnya.
Pada sesi pertama, Fatmawati Annas (Kadiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU PBD) membawakan materi bertema "Hak dan Kewajiban Pemilih dalam Pesta Demokrasi". Beliau mengingatkan bahwa mahasiswa adalah instrumen penting dalam menjaga persatuan bangsa dan kunci suksesnya pemilu yang berdaulat. Diskusi semakin berbobot saat Origenes Nauw, tokoh politik sekaligus intelektual Papua Barat Daya, memaparkan materi "Sejarah Demokrasi dan Reformasi di Indonesia". Beliau menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah ditentukan oleh pemimpin yang mengedepankan pemikiran intelektual demi kepentingan rakyat.
Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa UNIMUDA Sorong menunjukkan kapasitasnya dengan melontarkan pertanyaan tajam mengenai peran strategis kaum intelektual Papua dalam menjaga integritas demokrasi di Papua Barat Daya, agar sejarah politik di provinsi baru ini diisi oleh dialektika pemikiran untuk kesejahteraan rakyat, bukan sekadar perebutan kekuasaan.Menanggapi hal tersebut, Origenes Nauw memberikan apresiasi tinggi kepada delegasi UNIMUDA Sorong. Beliau berpesan agar mahasiswa menjadi pelopor dalam memutus rantai kebiasaan buruk dan politik identitas.
"Kalian dari universitas di wilayah Sorong harus menjadi penggerak dan memberikan angin perubahan untuk generasi muda yang lain," pesan beliau.
Kegiatan yang diikuti oleh 58 peserta dari forum masyarakat adat dan perwakilan perguruan tinggi ini menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong dalam mengawal proses pembangunan di Papua Barat Daya. Keterlibatan mahasiswa dalam forum formal ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi kesadaran politik masyarakat luas, sekaligus mempertegas posisi UNIMUDA Sorong sebagai institusi yang melahirkan generasi intelektual yang peduli pada masa depan daerah. *(MR)