Mahasiswa UNIMUDA Sorong Berdayakan Anak Panti Asuhan Pelangi III Kota Sorong Melalui Kerajinan Etnik Papua Berbasis Daur Ulang 👁️️ 116

By Operator Website Rabu, 03 Juni 2026 | 13:22 pm Berita

Mahasiswa UNIMUDA Sorong Berdayakan Anak Panti Asuhan Pelangi III Kota Sorong Melalui Kerajinan Etnik Papua Berbasis Daur Ulang

Sorong, Juni 2026 — Tim mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (UNIMUDA Sorong) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) sedang menjalankan program pemberdayaan kreativitas bagi anak-anak Panti Asuhan Pelangi III Kota Sorong. Program bertajuk "Media Eskalasi Papua: Kerajinan Daur Ulang Etnik Berbasis Inovasi Cerita Digital untuk Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Pelangi III Kota Sorong" ini menggabungkan metode upcycling limbah kardus dan kayu dengan teknologi barcode bercerita sebagai media pelestarian budaya etnik Papua. Kegiatan ini didampingi oleh Dosen Pendamping Hardiman F. Sanaba, M.M., dan dilaksanakan oleh tim pelaksana yang terdiri dari lima mahasiswa lintas program studi yaitu: Frisca Tria Ramadhani, Devina Adelia Amanda Putri Pangarso, Zuwitha Anatasya Yanis dari program studi Manajemen, dan Zakiyya Alya Savaira dari program studi Psikologi, serta Wahyu Hidayah dari program studi Pendidikan Jasmani. Gagasan program ini berawal dari permasalahan nyata yang ditemukan di Panti Asuhan Pelangi III, yang berlokasi di Kelurahan Malabutor, Kecamatan Sorong Manoi. Panti yang menampung 30 anak asuh ini menghadapi dua tantangan utama: menumpuknya limbah kardus dari bantuan sosial yang selama ini hanya dibakar, serta minimnya keterampilan kreatif dan pemahaman anak-anak panti tentang pengelolaan limbah dan pelestarian budaya lokal. Tim PKM-PM melihat kedua permasalahan ini sebagai peluang yang dapat diselesaikan secara bersamaan melalui pendekatan upcycling berbasis budaya Papua.

Tim PKM-PM MEDESKAPAPUA UNIMUDA Sorong berharap program ini berhenti setelah pendampingan resmi berakhir. Tetapi, adanya Rencana Tindak Lanjut dimana terbentuknya kelompok kerajinan mandiri yang peduli lingkungan di panti asuhan yang mampu menghasilkan produk secara berkelanjutan dan berpotensi menjadi unit usaha kreatif panti. Selain itu, dokumentasi program serta hasil kerajinan akan ditampilkan melalui akun media sosial resmi program kami sebagai upaya memperkenalkan karya anak panti kepada khalayak yang lebih luas. Keberhasilan awal ini menjadi bukti bahwa kreativitas, kepedulian lingkungan, dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dimulai dari tangan-tangan kecil anak Papua yang penuh potensi.

Sebagai wujud nyata dari program ini, anak-anak panti asuhan telah berhasil menghasilkan dua karya kerajinan etnik Papua, yaitu mahkota Papua dan miniatur rumah Honai, keduanya dibuat dari bahan dasar limbah kardus bekas. Proses pembuatan kerajinan ini mencakup tahapan pengukuran, pemotongan, pembentukan, hingga penghiasan menggunakan manik-manik dan motif khas Papua. Setiap produk yang dihasilkan nantinya akan dilengkapi dengan barcode bercerita - sebuah kode pindai yang bila dipindai akan menampilkan informasi digital berupa kisah pembuatan, makna motif budaya Papua, serta cerita dari anak-anak panti yang membuat hasil kerajinannya sendiri. Inovasi ini menjadikan setiap kerajinan bukan sekadar produk estetis, melainkan juga media edukasi budaya yang interaktif. Dampak program ini dirasakan langsung oleh anak-anak panti. Melalui serangkaian pelatihan, pendampingan, serta evaluasi pre-test dan post-test, tim mencatat adanya peningkatan pemahaman peserta terkait konsep daur ulang, kreativitas, serta pengenalan teknologi digital. Para pengasuh panti pun menyambut positif program ini, mengingat kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan keterampilan baru, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya Papua sejak dini. Program ini sejalan dengan tema pelestarian seni budaya dan peningkatan ekonomi kreatif yang menjadi salah satu fokus Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) *(FTR)

By Operator Website Rabu, 03 Juni 2026 | 13:22 pm

Artikel Terbaru