Inspiratif: Mahasiswa UNIMUDA Sorong mengikuti Seminar Nasional Bank Indonesia 👁️️ 175
Dalam rangka mendorong literasi keuangan syariah yang inklusif di Tanah Papua, salah satunya di Provinsi Papua Barat Daya, diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Kantor Papua Barat yang mendukung penuh pengembangan UMKM Halal pada Jum’at, 14 Juni 2024 di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong. Seminar Nasional ini dihadiri oleh Instansi Pemerintahan, Instansi Swasta, Bank Konvensional, Pelaku Usaha UMKM dan Mahasiswa. Tanpa terkecuali mahasiswa UNIMUDA Sorong turut meramaikan dalam seminar nasional dari Bank Indonesia ini. Kegiatan dikemas dan diselenggarakan dengan menarik untuk membuat para peserta seminar nasional semakin penasaran dengan literasi keuangan syariah dan kegiatan ini bentuk dukungan dalam pelaksanaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Kawasan Timur Indonesia, Muamalah: mendorong pengembangan UMKM Halal Daerah.
Melalui sambutan oleh Deputi Perwakilan Bank Indonesia Kantor Papua Barat, yang diwakilkan oleh Bapak Setian sebagai kepala bidang pada BI Papua Barat. Dalam sambutannya, beliau memaparkan tentang “perkembangan dalam pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah selalu meningkat secara global, Provinsi Papua Barat Daya meskipun provinsi baru ternyata mengalami pertumbuhan yang baik dalam tingkat pendapatan meskipun belum signifikan dan sesuai harapan, dari sisi asset PBD mengalami kenaikan 7,2% namun untuk market share masih rendah 4,93% data April tahun 2024, melalui berbagai usaha dan upaya serta tugas untuk meningkatkan ekonomi syariah dan menunjukkan peningkatan dalam pertumbuhan yang tinggi sesuai harapan perbankan nasional, mendorong digitalisasi keuangan baik dipusat maupun daerah”.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pejabat Gubernur Papua Barat daya yang diwakilkan oleh, Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan dalam sambutannya menyampaikan “ekonomi syariah ini sangat menarik dan harapannya bisa menjadi katalisator dalam bidang usaha, mengambil peran utama dalam berkolaborasi dengan pelaku usaha, stakeholder, dan berdampak langsung secara berkelanjutan, menjadi inklusif dalam pengembangan ekomoni syariah, dilakukan secara bersama-sama dan meliputi semua elemen masyarakat tanpa melihat sisi atau aspek-aspek tertentu seperti agama atau lainnya”. Hal ini bertujuan untuk ekonomi syariah tidak spesifik kepada masyarakat tertentu namun mencakup semua masyarakat, “sehingga jika ekonomi syariah mencakup semua masyarakat maka pertumbuhan dan investasi terpenuhi secara maksimal dan dapat mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang ada di Papua Barat Daya serta dapat memberikan peluang kerja”. Tambahannya dalam sambutan.

Kegiatan semakin menarik yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikasi halal kepada pelaku usaha dan UMKM Se-Sorong Raya, Penyerahan Juara Lomba Pondok Pensantren, Penyerahan Juara Lomba Pondok Pesantren Unggulan dan Penyarahan Juara Pemberdayaan Lembaga ZISWAF serta Penyerahan Program Bussines Matching dari Bank Indonesia dalam rangka mendukung kegiatan FESyar KTI. Pada dasarnya ini bagian dari penerapan kebijakan nasional yang dapat mendorong peran ekonomi dan keuangan syariah dalam mendukung ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional.

Seminar nasional ini dipaparkan langsung pemateri-pemateri yang sesuai dengan bidang dan keahliannya yang selaras diantaranya Wahyu Eka Nugraha dari Perwakilan Kantor Bank Indonesia Papua Barat, Muhamamd Akbar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Papua dan Greget Buana – Financial Planner. Setiap pemateri begitu apik dalam memaparkan materinya masing-masing sehingga membangun antusias peserta untuk berdikusi.
Harapan dari kegiatan ini yaitu pertumbuhan untuk ekonomi dan keuangan syariah diharapkan menjadi katalisator dan visioner dalam pengembangan perekonomian di wilayah Papua Barat Daya. Pastinya, melalui ekonomi dan keuangan syariah perlu membangun kolaborasi dan sinergi dengan berbagai stakeholder atau pemangku kepentingan yang saling membutuhkan dan mendapatkan dukungan satu sama yang lainnya. Di Akhir sesi, seluruh peserta diberikan penguatan tentang pentingnya literasi keuangan dan keuangan syariah dan dilanjutkan dengan foto atau dokumentasi bersama.