Inspektur Jenderal Kemendikbudristek Hadiri Kampanye Antikekerasan di Sorong, UNIMUDA Kirim Delegasi Penuh 👁️️ 173
*SORONG* – Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H., membuka secara langsung kegiatan "Kampanye Antikekerasan" yang digelar di Hotel Aston Sorong pada Kamis, 2 Oktober 2025. Acara yang mengusung tema "Penguatan Budaya Antikekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi" ini dihadiri oleh 200 peserta dari berbagai kampus swasta di wilayah Sorong.
Dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan di dunia pendidikan tinggi. Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong menunjukkan komitmen penuh dengan mengikutsertakan 25 delegasi yang terdiri dari jajaran pimpinan, Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga perwakilan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Dr. Chatarina Muliana menekankan pentingnya peran seluruh civitas akademika dalam membangun budaya antikekerasan. "Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan mencerdaskan bagi semua. Tidak boleh ada tempat untuk kekerasan dalam bentuk apapun, baik itu perundungan, kekerasan fisik, maupun kekerasan seksual. Kolaborasi antara pimpinan, dosen, mahasiswa, dan satgas adalah kunci untuk mewujudkan kampus merdeka dari kekerasan," ujarnya.
Salah satu perwakilan mahasiswa dari UNIMUDA Sorong menyatakan antusiasmenya. "Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang suportif. Kami sebagai mahasiswa siap menjadi agen perubahan untuk menghapus segala bentuk kekerasan di kampus kami," katanya.
Acara berlangsung interaktif dan penuh semangat, sebagaimana terlihat dari antusiasme peserta saat sesi foto bersama di akhir acara. Kampanye ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar perguruan tinggi di Sorong dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik dan berbudaya.