Finalis Duta Kampus UNIMUDA Sorong 2026 Penasaran tentang Bumi Cendrawasih, Karya Visual dan Seni Ukir Papua Sanggar Araima 👁️️ 35

By Operator Website Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:35 am Kegiatan

Finalis Duta Kampus UNIMUDA Sorong 2026 Penasaran tentang Bumi Cendrawasih, Karya Visual dan Seni Ukir Papua Sanggar Araima

Sorong, 13/8/2026 – Langkah energik puluhan Finalis Duta Kampus Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong mewarnai Sanggar Araima. Tidak sekadar berkunjung, para calon persona kampus ini terjun langsung menyelami keajaiban Karya Visual dan Seni Ukir Papua—sebuah warisan mahakarya yang menolak punah dimakan zaman.

Kunjungan ini menjadi momen krusial bagi para finalis. Sebagai calon "wajah" Unimuda Sorong, mereka dituntut tak hanya cerdas secara akademis dan luwes secara sosial, tetapi juga memiliki kedalaman pemikiran terhadap identitas dan warisan budaya lokal Papua.

Saya orang asli biak yang, lahir dan besar di tanah “Moi’’ pergeseran Budaya Papua telah mengalami pergeseran besar-besaran. Kecenderungan budaya yang diimplementasikan dalam perubahan dari generasi ke generasi, namun selalu mengalami pergejolakan budaya yang berbanding terbali di generasi saat ini.

Bukan Sekadar Ukiran, Ini Narasi Kehidupan

Di balik aroma kayu yang khas dan pahatan halus para maestro Sanggar Araima, para finalis diajak membaca "bahasa tersembunyi" dalam setiap garis ukiran. Dari motif pegunungan, lekuk sungai, hingga simbol ketangguhan suku-suku Papua, semuanya tersaji penuh makna.

Beberapa sorotan menarik dalam kunjungan ini:

Sentuhan Nyata- Para finalis melihat langsung transformasi kayu gelondongan menjadi mahakarya visual yang bernilai estetika dan ekonomi tinggi.

Bedah Filosofi- Mengupas tuntas makna spiritual dan sejarah di balik setiap pola ukir khas Papua yang sarat akan pesan harmoni antara manusia dan alam.

Dialog Lintas Generasi: Sesi pemikiran bersama penggiat sanggar tentang bagaimana membawa seni tradisional masuk ke dalam tren media sosial anak muda tanpa merusak nilai aslinya.

Menjadi "Megafon" Budaya di Era Digital

Pengelola Sanggar Araima menyambut antusias semangat membara yang dibawa para finalis. Di tengah gempuran tren global, kehadiran anak-anak muda berprestasi ini dinilai menjadi angin segar bagi masa depan seni visual Papua. "Kalian bukan cuma penonton, tapi penyambung lidah. Ukiran Papua ini adalah cerita nenek moyang. Kalau mahasiswa tidak ambil bagian untuk menyuarakan, siapa lagi?" tegas salah satu penggiat seni Sanggar Araima di sela-sela diskusi.

Antusiasme senada terpancar dari raut wajah para finalis. Kunjungan ini mengubah cara pandang mereka terhadap seni ukir daerah. "Kami pulang membawa inspirasi besar. Seni ukir Papua itu keren, sarat makna, dan sangat relevan untuk dibanggakan di panggung nasional bahkan internasional," ungkap salah satu perwakilan finalis dengan penuh semangat.

Langkah Awal Dedikasi

Kunjungan edukatif ini ditutup dengan aksi kolaboratif dan penyerahan plakat kenangan. Lewat pengalaman berharga di Sanggar Araima, para Finalis Duta Kampus Unimuda Sorong siap membawa narasi kebudayaan Papua tidak hanya di dalam ruang kelas, tetapi juga ke ranah publik yang lebih luas. [Brayc Elisa Satia - Crew Creative Programing Duta Kampus 2026] 

By Operator Website Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:35 am

Artikel Terbaru