Di Balik Layar Verifikasi Abdidaya: HUMANIST, Kampung Klain, dan Mimpi yang Mendunia 👁️️ 46
SORONG, 25 September 2026 – Tim Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital (HUMANIST) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong resmi mengikuti tahap Verifikasi Calon Peserta Anugerah Abdidaya Ormawa 2026. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian penilaian logbook dan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP) PPK Ormawa 2026 yang telah dilaksanakan pada 8–10 September 2026 lalu.
Berdasarkan surat resmi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 35045/DST/B2/DT.01.01/2026 tanggal 17 September 2026, Tim HUMANIST dinyatakan sebagai salah satu dari 126 tim pelaksana dari seluruh Indonesia yang berhak melaju ke tahap verifikasi. UNIMUDA Sorong melalui HUMANIST menjadi satu-satunya perwakilan dari perguruan tinggi di Papua Barat Daya yang menembus tahap ini.
Verifikasi dimulai tepat pukul 13.00 WIT. Video profil program diputar. Layar menampilkan dokumenter singkat tentang Kampung Klain: kondisi awal yang jauh dari kata sejahtera, pisang yang hanya dijual mentah, dan limbah yang tak termanfaatkan. Lalu, perlahan, cerita berubah. Tangan-tangan mahasiswa dan ibu-ibu desa bekerja bersama. Pisang diolah menjadi tepung, keripik, dan sale. Limbah menjadi kompos. Produk dikemas, dipasarkan secara digital. Perubahan itu nyata.
“Kami ingin menunjukkan bahwa program ini bukan hanya tentang pisang. Ini tentang harapan, tentang ibu-ibu yang kini lebih percaya diri, tentang kelompok tani yang semakin mandiri, dan tentang mimpi Kampung Klain yang mulai terwujud,” ujar salah satu anggota tim dengan mata berbinar.
Setelah video, sesi wawancara klarifikasi dimulai. Pertanyaan-pertanyaan kritis mengalir dari para verifikator. Pimpinan universitas, dosen pendamping, ketua tim, perwakilan ormawa, dan mitra keberlanjutan menjawab dengan data dan bukti nyata. Hosyo, Ketua Kelompok Tani Klain Bangkit, dengan lantang menceritakan bagaimana hidupnya berubah sejak program ini berjalan. Orpa Felis, Kepala Kampung Klain, menyampaikan rasa terima kasih dan harapan agar program ini terus berlanjut.
Tidak ada yang tahu pasti hasilnya. Namun satu hal yang pasti: HUMANIST telah membuktikan bahwa mahasiswa UNIMUDA Sorong mampu menjadi agen perubahan. Mereka telah membawa Kampung Klain ke panggung nasional. Dan apa pun hasilnya nanti, perjalanan ini adalah kemenangan tersendiri.
Selamat berjuang, HUMANIST! Kampung Klain bangga, UNIMUDA Sorong bangga!